SUARA DISTORSIBerbicara soal kaidah estetika dalam bermusik, distorted sound alias bungi sumber jelas tidak masuk hitungan. Tapi pada kenyataannya karakter yang dihasilkan justru menjadi andalan musik modern
Coba Perhatikan setiap musik yg dirilis belakangan ini. Apapun jenisnya. Pasti ada satu karakter sound ini bikin kuping serasa digelitik lantaran berbunyi kasar. Toh keberadaan bunyi yang jauh sekali dari istilah indah ini tidak membuat kuping jadi gerah mendengarkannya. Malah sebaliknya seperti ada rangsangan yang ditimbulkan
Memang yang terjadi sekarang ini adalah bunyi yang diistilahkan distorted sound ini telah dianggap sebagai kekuatan sebuah musik. Apapun jenis atau genre yang dimainkan rasanya ada yang kurang kalau bunyi ini tidak dimunculkan. Bahkan pada lagu berciri balada sekalipun.Padahal kalau melihat sejarahnya jenis bunyi ini sama sekali tidak pernah dirancang oleh para musisi atau pelaku industri musik sekalipun
HISTORI OF DISTORTION SOUND
Masuknya distorted sound dalam khazanah sebuah lagu yang bisa dibilang melalui cara yang cukup unik. Yaitu dari sebuah ketidak sengajaan belaka. Dan karena itu tidak ada yang tahu persis kapan dan siapa yang pertama kali menemukan pengaruh jenis bunyi ini Terhadap kekuatan musik.
Thor Christensen, salah satu jurnalis musik berpengaruh di Amerika sono, satu waktu pernah mencoba menjelaskan asal mula munculnya distorted sound.
“Guitar Distortion! when did it start?. Bisa jadi sejak gitar elektrik mulai beredar luas di pasaran. Artinya kita harus mulai dulu dari era 1930-an. Kemungkinan pada saat itu ada sejumlah gitaris yang satu-dua kali mengalami masalah dengan instrumen. Lebih spesifiknya instrumen mereka memunculkan sound buruk yang dianggap ada kaitannya dengan masalah kelistrikan. Bisa jadi pula dari situ ada sejumlah gitaris yang tertarik untuk mencoba bereksperimen dengan sound tersebut, “begitu kira-kira pendapatnya”
Memang dari dokumentasi musik yang tersusun rapi soal musik tahun 1930-an tidak ada bukti penggunaan distorted sound. Baru sekitar tahun 1948 keberadaannya mulai terkuak. Tepatnya kalau kita mendengarkan rekaman milik Muddy Waters untuk lahunya yang paling klasik, I can’t be saitisfied (The best Of Muddy Waters, 1958). Pada lagu tersebut terdengar semacam bunyi dengung yang bervibrasi (buzz) dari gitarnya. Bunyi inilah yang kemudian direken sebagai awal mula hadirnya distorted sound.

Muddy Waters pioner distorted sound
Tiga tahun setelahnya ciri distorted sound pada rekaman muncul lagi. Tepatnya pada lagu milik Jackie Brenstone and the Delta Cats yang berjudul Rocket 88. Kali ini giliran suara dengung halus (hum) tidak beraturan yang muncul dari seksi gitar. Menurut ceritanya suara hum terjadi lantaran saat rekaman, sang gitaris, Willie Kizart, secara tidak sengaja manjatuhkan amplifier-nya. Akibatnya membran dari corong speaker sobek dan sepanjang rekaman suara hum ini mengganggu, tapi berkat itu pula Rocket 88 direken sebagai lagu berciri rock`n roll pertama di dunia. Padahal musik yang dimainkan sebenernya R & B.
Setelah dua kali ketidaksengajaan mengakibatkan hadirnya distorted sound dalam sebuah rekaman, akhirnyapada tahun 1956 musisi mulai mamanfaatkannya secara serius. Dimulai saat Johhny Burnette pionir rockabilly, sengaja menggunakan amplifier gitar yang agak rusak untuk merekam lagu The Train Kept A-Rollin. Hasilnya Suara buzz nyaris mendominasi bunyi gitar pada lagu tersebut.
Kalau pun nanti ada musisi yang kemudian disebut-sebut sebagai inventor muncul nya effect distortion, dia adalah Lowman Pauling. Gitaris sekaligus pencipta lagu utamaThe"5" Royales, band R&B asal North Carolina, ini menghadirkan secara jelas efek gitar distortion pada hitsnya di tahun 1958 yang berjudul The Slummer The Slum. Sekaligus pada lagu tersebut dia menghadirkan efek feedback dari gitarnya. Mendahului kreatifitas The Beatles, The Velvet underground, bahkan the YardBirds sekalipun.
Momen-momen di ataslah yang kmudian menyadarkan para musisi bahwa ada sound baru yang bias dikulik untuk kekuatan sebuah lagu, yaitu distorted sound. Meski waktu itu belum ada yang sadar kalau sound ini akhirnya akan mendaji kekuatan dalam kaidah musik pop.
EKSPERIMENEra Tahun 1960-an adalah masa dimana para musisi mulai berlomba-lomba untuk mengaplikasikan distorted sound pada rekaman mereka. Basically, semua berawal dengan munculnya suara feedback dari instrument gitar dan amplifier.
Dewa-dewa gitar macam jimi Hendrix serta eric Clapton berganti membuat eksperimen gila-gilaan dari suara feedback . Hasilnya muncul sound yang bias dianggap mistis lantaran memiliki efek rangsangan bagi siapapun yang mendengarnya. Dari sinilah sound ini kemudian dikemas dalam sebuah device yang dinamakan electronic fuzzboxes.
Setelah distorted sound jenis halus dari fuzz sudah lazim, para gitaris mulai mencoba untuk mendapatkan sound yang lebih kasar. Eksperimen yang dilakukan adalah memaksimalkan tabung amplifier untuk meningkatkan level gain (sinyal suara yang melebihi ambang batas suara asli sehingga menghasilkan bunyi yang kasar). Dengan cara ini yang di dapat adalah distorted sound. Sound semacam inilah yang lazim dipakai musik band-band rock era tahun 1970-an, macam Black Sabbath dan Led Zeppelin.

Black Sabbath Distorsi 70-an

Jimmy Page mematenkan distorsi untuk Rock
Kesuksesan musik band-band rock legendaries tahun 1970-an yang memanfaatkan distortion, semakin musisi yang lain akan pentingnya karakter sound yang satu ini. Lantas dengan eksperimen pada fitur control amplifier, dapat dikatakan karakter distortion yg lebih variatif. Mulai dari karakter overdrive yang distortion-nya lebih smooth, karakter crunch yang distortion-nya lebih tajam tapi tidak terlalu kasar, sampai karakter distortion yang lebih powerfull dengan memanfaatkan fungsi equalizer.
Tidak heran kalau hingga Saat Ini berbagai jenis musik bias memanfaatkan sound terdistorsi pada lagu-lagunya. Selain yang paling utama digunakan untuk menambah tebal karakter sound pada teknik rhythm, biasanya digunakan pula untuk memperjelas detil nada pada saat memainkan lead. Makanya kalau memperhatikan perangkat sound effect yang diusung para gitaris, didalamnya pasti ada satu device penghasil distrorted sound.
Well Ceba bayangkan seperti apa jadinya perkembangan musik modern tanpa distorted sound?? (Itachi_Anbu)